Ketegori

Kamis, 27 Oktober 2016

Gurun Persahabatan

 Gurun Persahabatan
Oleh : Yustika

           Di gurun yang kering di saat pasir dan bebatuan terbakar oleh matahari di saat kaktus mengeluarkan keringatnya. Ada 4 petualang yang mencari kesenangan di kehampaan gurun tandus, dengan menggunakan sebuah mobil mereka sangat berani menjelajah di gurun yang di terkenal dengan nama gurun kematian. Mereka tidak tahu situasi apa yang ada gurun ini. Waktu siang di gurun ini bagaikan 1,5 hari dan matahari menghasilkan panas yang bisa mendidihkan air dengan cepatnya.


           Mereka adalah sekelompok pemuda yang sering melakukan hal-hal yang menantang. Mereka bernama Rainhard, Luca, Elvin dan Yusetta. Tujuan mereka hanyalah mencari tantangan dan mencari keindahan yang ada di balik gurun ini.

           Setelah beberapa jam mengelilingi gurun, mereka sudah merasa sangat kelelahan karena sinar dari matahari yang sangat panas.

   " Hei, berhenti dulu ! ", kata Yusetta bersuara  dengan tenggorokannya yang mulai kehausan.

   " Ya, sebaiknya kita sudahi pencarian kita, dan mendirikan tenda di sini untuk istirahat. " kata Luca

           Kebetulan tempat pemberhentian mereka dekat dengan bukit bebatuan yang tidak begitu tinggi, tingginya sekitar 15 meter dari tanah.

" bagaimana jika nanti malam kita naik ke bukit ini untuk menikmati keindahan langit di gurun ini ? " kata Elvin pada kawan - kawanya.

Mereka pun setuju dengan pendapat Elvin. Lalu Rainhard melihat lihat keadaan di sekitar bukit dan ia menemukan sebuah gua yang bisa menjadi pengganti tenda.

" Oi lihatlah, ada gua yang cukup luas disini ! "Kata Rainhard yang dari tadi sedang menjelajahi sekitar bukit.

" wah gua ini cukup luas kita tidak perlu lagi membangun tenda"

           Setelah itu mereka menyiapkan alat - alat untuk persiapan nanti malam. Menjelang malam mereka naik ke atas bukit untuk menikmati salah satu keindahan yang ada di gurun ini. Setelah beberapa jam mereka memandangi keindahan gurun dan langit di malam hari, Yusetta mendengar ada gemuruh dan ia melihat seperti ada awan tebal yang menutupi gurun di arah barat. Ternyata gemuruh dan awan tebal itu adalah sebuah badai pasir, badai pasir sangatlah berbahaya dilihat dari ketinggian dan gemuruh yang di hasilkannya.

           Yusetta menyadari itu bukanlah badai pasir yang biasa melainkan badai pasir yang sangat dahsyat.

" Oii, cepat turun dan kembali ke gua!!" teriak Yusetta.

           Mereka bertiga baru menyadari bahwa ada badai pasir, mereka pun panik dan  cepat-cepat untuk turun. Ketika Rainhard, Yusetta, dan Luca sudah berlari untuk masuk ke gua, Elvin tertinggal dan ia masih berusaha untuk turun sayangnya kakinya terkilir dan ia pun terjatuh. Sayangnya tidak ada yang menyadari Elvin terjatuh, itu dikatenakan gemuruh dari badai pasir yang makin mendekat.

            Ketika mereka bertiga tiba di gua dan badai pasir sudah mulai melintasi gua yang mereka tempati, mereka baru sadar bahwa Elvin tertinggal di belakang.

" Hei dimana Elvin!!" kata Luca dengan kepanikannya.

" Gawat Elvin tertinggal" Yusetta yang semakin panik dengan tertinggalnya Elvin.

" Kita harus segera mencarinya" kata Rainhard yang sedang mencari senter.

Mereka pun bekerja sama untuk menemukan Elvin. Yusetta akan berada di gua untuk menunjukan jalan ke gua saat Rainhard dan Luca mencari Elvin dengan menggunakan lampu lentera.

           Rainhard dan Luca pun kesulitan untuk menemukan Elvin dengan keadaan gelap ditambah dengan melawan badai pasir. Akhirnya mereka menemukan Elvin dengan keadaan sudah pingsan dan setengah badannya sudah tertutupi oleh pasir. Mereka pun segera membawa Elvin ke dalam gua karena Elvin tidak menggunakan masker, debu ini sangat berbahaya jika dihirup berlebihan.

           Setelah sampai di gua mereka berusaha untuk membersihkan wajah Elvin dari debu-debu dan membuat Elvin sadar. Namun Elvin tidak kembali pulih, terpaksa mereka harus menunggu badai berhenti untuk membawa Elvin ke rumah sakit.

            Sekitar 3 jam mereka menunggu akhirnya badai pasir pun berhenti dan sinar matahari sudah mulai muncul. Mereka bergegas membawa Elvin ke rumah sakit. Jarak dari gurun ke kota ditempuh dengan waktu 2 jam. Kemudian mereka pun sampai di rumah sakit dan mengkhawatirkan keadaan Elvin. Setelah menunggu cukup lama Dokter pun keluar dari ruangan perawatan Elvin dan berkata bahwa Elvin sudah sadar dan ia hanya mengalami patah kaki saja dalam 2 hari kedepan dia sudah bisa keluar dari rumah sakit. Mereka bersyukur karena Elvin masih selamat.


-Tamat-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar