Gurun Persahabatan
Oleh : Yustika
Di gurun yang kering di saat pasir
dan bebatuan terbakar oleh matahari di saat kaktus mengeluarkan keringatnya. Ada
4 petualang yang mencari kesenangan di kehampaan gurun tandus, dengan
menggunakan sebuah mobil mereka sangat berani menjelajah di gurun yang di terkenal
dengan nama gurun kematian. Mereka tidak tahu situasi apa yang ada gurun ini.
Waktu siang di gurun ini bagaikan 1,5 hari dan matahari menghasilkan panas yang
bisa mendidihkan air dengan cepatnya.
Mereka adalah sekelompok pemuda yang
sering melakukan hal-hal yang menantang. Mereka bernama Rainhard, Luca, Elvin dan
Yusetta. Tujuan mereka hanyalah mencari tantangan dan mencari keindahan yang
ada di balik gurun ini.
Setelah beberapa jam mengelilingi
gurun, mereka sudah merasa sangat kelelahan karena sinar dari matahari yang
sangat panas.
" Hei, berhenti dulu ! ", kata
Yusetta bersuara dengan tenggorokannya
yang mulai kehausan.
" Ya, sebaiknya kita sudahi pencarian
kita, dan mendirikan tenda di sini untuk istirahat. " kata Luca
Kebetulan tempat pemberhentian mereka
dekat dengan bukit bebatuan yang tidak begitu tinggi, tingginya sekitar 15
meter dari tanah.
" bagaimana
jika nanti malam kita naik ke bukit ini untuk menikmati keindahan langit di
gurun ini ? " kata Elvin pada kawan - kawanya.
Mereka pun setuju dengan pendapat Elvin.
Lalu Rainhard melihat lihat keadaan di sekitar bukit dan ia menemukan sebuah
gua yang bisa menjadi pengganti tenda.
" Oi
lihatlah, ada gua yang cukup luas disini ! "Kata Rainhard yang dari tadi
sedang menjelajahi sekitar bukit.
" wah gua
ini cukup luas kita tidak perlu lagi membangun tenda"
Setelah itu mereka menyiapkan alat -
alat untuk persiapan nanti malam. Menjelang malam mereka naik ke atas bukit untuk
menikmati salah satu keindahan yang ada di gurun ini. Setelah beberapa jam
mereka memandangi keindahan gurun dan langit di malam hari, Yusetta mendengar
ada gemuruh dan ia melihat seperti ada awan tebal yang menutupi gurun di arah
barat. Ternyata gemuruh dan awan tebal itu adalah sebuah badai pasir, badai
pasir sangatlah berbahaya dilihat dari ketinggian dan gemuruh yang di
hasilkannya.
Yusetta menyadari itu bukanlah badai
pasir yang biasa melainkan badai pasir yang sangat dahsyat.
" Oii,
cepat turun dan kembali ke gua!!" teriak Yusetta.
Mereka bertiga baru menyadari bahwa
ada badai pasir, mereka pun panik dan cepat-cepat untuk turun. Ketika Rainhard,
Yusetta, dan Luca sudah berlari untuk masuk ke gua, Elvin tertinggal dan ia
masih berusaha untuk turun sayangnya kakinya terkilir dan ia pun terjatuh.
Sayangnya tidak ada yang menyadari Elvin terjatuh, itu dikatenakan gemuruh dari
badai pasir yang makin mendekat.
Ketika mereka bertiga tiba
di gua dan badai pasir sudah mulai melintasi gua yang mereka tempati, mereka
baru sadar bahwa Elvin tertinggal di belakang.
" Hei
dimana Elvin!!" kata Luca dengan kepanikannya.
" Gawat Elvin
tertinggal" Yusetta yang semakin panik dengan tertinggalnya Elvin.
" Kita
harus segera mencarinya" kata Rainhard yang sedang mencari senter.
Mereka pun bekerja sama untuk menemukan
Elvin. Yusetta akan berada di gua untuk menunjukan jalan ke gua saat Rainhard
dan Luca mencari Elvin dengan menggunakan lampu lentera.
Rainhard dan Luca pun kesulitan untuk
menemukan Elvin dengan keadaan gelap ditambah dengan melawan badai pasir.
Akhirnya mereka menemukan Elvin dengan keadaan sudah pingsan dan setengah
badannya sudah tertutupi oleh pasir. Mereka pun segera membawa Elvin ke dalam
gua karena Elvin tidak menggunakan masker, debu ini sangat berbahaya jika dihirup
berlebihan.
Setelah sampai di gua mereka
berusaha untuk membersihkan wajah Elvin dari debu-debu dan membuat Elvin sadar.
Namun Elvin tidak kembali pulih, terpaksa mereka harus menunggu badai berhenti
untuk membawa Elvin ke rumah sakit.
Sekitar 3 jam mereka menunggu
akhirnya badai pasir pun berhenti dan sinar matahari sudah mulai muncul. Mereka
bergegas membawa Elvin ke rumah sakit. Jarak dari gurun ke kota ditempuh dengan
waktu 2 jam. Kemudian mereka pun sampai di rumah sakit dan mengkhawatirkan
keadaan Elvin. Setelah menunggu cukup lama Dokter pun keluar dari ruangan
perawatan Elvin dan berkata bahwa Elvin sudah sadar dan ia hanya mengalami patah
kaki saja dalam 2 hari kedepan dia sudah bisa keluar dari rumah sakit. Mereka
bersyukur karena Elvin masih selamat.
-Tamat-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar