Ketegori

Rabu, 26 Oktober 2016

Ke Egoisan Ayah

Ke Egoisan Ayah
Karya : Nurul Hidayah

Seorang siswa remaja yang duduk dibangku SMP di Jakarta. Remaja yang hidup ditengah keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Bersama Ibu dan Ayahnya juga kakaknya mereka tinggal bersama. Pras, itulah nama remaja itu, siswa kelas 9 di SMP Mangunkusumo. Dia adalah remaja yang sangat mudah bergaul kepada semua orang. Dan dari sekian banyak temannya, hanya satu yang dia pilih sebagai sahabatnya. Sherly namanya, dialah sahabat Pras yang selalu ada untuk Pras.

Kegiatan pras sama saja dengan remaja lain yang seusia dengannya. Sekolah, main, dan pulang. Setelah jenuh berjam-jam di sekolah, bel pulang berbunyi dan Pras pun langsung menuju tempat tongkrongan yang biasa dia jadikan tempat berkumpulnya bersama teman-temannya. Tidak lama dia berkumpul bersama temannya, apabila sudah di jam pulang kantor Ibu nya dan jika saat ibunya sudah di rumah tetapi Pras belum ada di rumahnya, Ibu pasti langsung menelfonnya dan langsung menyuruhnya pulang segera. Ya, Ibu Pras sangat menyayangi Pras juga kakakya, sesibuk apapun Ibu nua bekerja, dia tidak lupa untuk mengurus kebutuhan kedua anaknya juga suaminya.
Ibu Pras adalah pekerja kantoran, sama seperti Ayahnya dan kakak Pras adalah siswa SMA yang akan sebentar lagi akan lulus dan akan terjun ke dunia kerja ataupun perkuliahan.
Yang bahagia belum tentu akan terus bahagia dan yang susah belum tentu akan terus susah. Hidup itu seperti roda yang berputar. Dan keluarga Pras juga mengalami hal tersebut. Saat itu Ibu Pras sedang ada acara reuni dengan teman SMA nya di sebuah cafe. Dan saat itu ditempat yang sama Ibu Pras melihat Ayah Pras yang sedang makan bersama dengan seorang perempuan yang tidak dikenal oleh Ibu Pras. Dilihat dan diperhatikam oleh Ibu Pras, Ayah Pras dan perempuan misterius tersebut tidak hanya makan bersama biasa, tetapi mereka juga bermesraan layaknya sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Ibu Pras pun kesal dan langsung menghampiri Ayah Pras.
" Ayah, siapa perempuan ini? " labrak Ibu Pras langsung kepada Ayah Pras, sambil menunjuk perempuan misterius tersebut. Dengan muka terkejut Ayah Pras langsung bangun dari bangkunya dan mendekati Ibu Pras untuk berusaha menenangkan nya.
" Dia bukan siapa-siapa bu, dia hanya partner kerja Ayah di kantor " jelas Ayah Pras kepada Ibu Pras. Namun Ibu pras tidak percaya begitu saja karna ia telah melihat dengan langsung bahwa suaminya telah bermesraan dengan perempuan misterius yang sekarang sudah berada di depan Ibu Pras. Ibu Pras melihat kearah perempuan tersebut yanh malah menebar senyuman, tidak ada rasa bersalahnya sama sekali. Karena kekesalan Ibu Pras yang sudah memuncak, ia pun memilih untuk langsung pulang, pergi meninggalkan Ayah Pras yang masih bingunh ingin menjelaskan apa.
Sesampainya Ibu Pras di rumah, sudah ada Pras dan kakaknya yang sedang menonton bersama di ruang TV. Dan saat Ibu Pras masuk kekamar sambil menangis, Pras dan kakaknya pun menyadari kedatangan Ibunya yang dalam keadaan menangis. Tanpa berpikir panjang mereka pun menghampiri Ibunya kekamar.
" Ibu menangis kenapa? " tanya kaka Pras. Namun ibu hanya menangis terus. Dan mereka pun menenangkan Ibunya sampai Ibunya sudah sedikit tenang dan Pras pun bertanya.
" Ibu kenapa? " tanya Pras dengan rasa penasarannya.
" Ayah kalian selingkuh " jawab Ibu Pras dengan tangis nya yang kembali berlanjut.
" Ibu tidak salah bicara? " tanya kakak Pras meyakinkan. Dan Ibu hanya menggelen menandakan bahwa yang telah ia katakan itu benar terjadi. Setelah mendengar cerita Ibu, Pras dan kakaknya duduk diruang tamu menunggu kedatangan Ayahnya. Dan tidak lama Ayahnya pun pulang. Kaka Pras pun langsung bertanya kepada Ayahnya.
" Sudah selingkuh nya? " tanya kakak Pras, namun Ayah Pras tidak menjawab dan langsung pergi kekamarnya. Terjadi pertengkaran antara Ayah dan Ibu dikamar. Pras dan kakaknya pun hanya bisa mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.
Tidak lama kemudian, Ibu keluar dari kamar dengan membawa koper yang besar berisi barang-barang pribadinya. Saat Ibu Pras akan keluar rumah, Pras menahannya.
" Ibu mau kemana? " tanya Pras dengan sangat khawatir. Dan ibu berkata " Ibu akan bercerai dengan Ayah, Ibu akan pergi dari rumah ini ". Pras pun menangis mendengarnya. Kaka Pras pun bertanya " lalu Ibu akan tinggal dimana? Kita akan ikut Ibu "... " jangan kalian disini saja, jaga Ayah, Ibu akan tinggal di rumah nenek ". Karena hari sudah semakin malam dan taxi yang dipesan ibu telah datang. Ibu pun izin pergi dan sempat memeluk kedua anaknya.
Beberapa bulan kemudian, setelah proses perceraian telah usai, Ayah pun semakin jarang dirumah. Pulang kantor selalu larut malam dan dihari libur pun selalu pergi keluar. Rumahpum menjadi sangat sepi juga semakin tidak terurus setelah Ibu sudah tidak tinggal bersama.
Beberapa tahun kemudian, saat Pras sudah lulus SMA dan mulai mencoba untuk mencari pekerjaan, dan kakaknya yang sudah bekerja. Tiba-tiba Ayah Pras datang kerumah dengan membawa perempuan yang sudah Pras dan kakaknya ketahui bahwa perempuan inilah yang membuat keluarganya menjadi berantakan. Dengan tanpa rasa bersalah Ayah pras mengenalkan perempuan tersebut kepada Pras dan kakaknya. Ayah Pras juga membicarakan bahwa ia akan menikah dengan perempuam tersebut. Pras dan kakaknya pun langsung menentang.
" Aku tidak setuju " kakak Pras menentang.
" Aku juga " Pras juga ikut menentang.
" terserah kalian, Ayah tidak meminta persetujuan kalian untuk menikah dengan perempuan pilihan Ayah. Ayah hanya ingin memberitahu kalian bahwa Ayah akan menikah dengannya. " jelas ayah tanpa sedikit pun menerima masukan dari kedua anaknya.
Saat Ayah Pras akhirnya menikah dengan ibu tirinya, dihari itu juga kakak Pras langsung pergi meninggalkan rumah. Dan Pras pun akhirnya tinggal sendiri beraama ayah dan istri barunya. Awalnya Ayah Pras masih menyayangi dan memperdulikan Pras sebagai anak kandungnya, namun Ibu tirinya selalu saja memarahi Pras sampai membuat Ayahnya juga turut menyalahi Pras. Kesalahan yang sebenarnya bukan keaalahan Pras. Ibu tirinya hanya sibuk dengan handphone nya, berselancar didunia maya, menonton tv, dan merumpi dengan ibu-ibu tetangga. Hanya sekali-dua kali saja Ibu tirinya memasak untuk rumah. Pras mendapat tugas mencuci pakaian Ayah, ibu tiri juga dirinya. Namun karena kesibukan Pras dengan pekerjaannya, dia pernah melalaikan tugas mencuci pakaian, hingga pakaiannya menumpuk. Dan ibu tirinya pun marah, dan mengadukannya kepada Ayahnya. Ayahnya pun malah membela Ibu tirinya dan juga memarahi Pras. Pras pun merasa sudah tidak tahan lagi karena sudah berkali-kali mendapatkan tekanan seperti itu semenjak kedatangan Ibu tirinya. Dan Pras pun memutuskan untuk pergi dari rumah itu dan mendatangi rumah neneknya yang juga tempat tinggal Ibunya dan kakaknya.
Selama ia tinggal berkumpul kembali dengan kakaknya, ibunya, dan neneknya. Ia merasakan kebahagiaan kembali walau tanpa kehadiran Ayah.

Beberapa bulan kemudian, pagi-pagi sekali saat hari libur, Ayah datang kerumah nenek, menemui mereka semua. Dan Ayah Pras menceritakan bahwa Ayah telah bercerah dengan istrinya karena Ayah memergoki istrinya tersebut telah selingkuh darinya sama seperti dulu Ibu Pras memergoki Ayahnya dahulu. Dan ia meminta maaf kepada mereka karena kesahannya selama ini. Semenjak itu Ayah Pras menjadi sering main kerumah nenek saat hari libur, dan mereka berkumpul bersama. Pras dan kakaknya pun mengajak Ayah dan Ibunya untuk bersatu kembali. Setelah Ayah dan Ibu sama-sama berfikir, akhirnya mereka pun bersatu kembali. Dan Pras, Ibu, juga kakaknya kembali kerumah Ayahnya dan kembali menjalani kehidupan seperti awal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar