Ke Egoisan Ayah
Karya : Nurul Hidayah
Seorang siswa remaja yang duduk dibangku SMP
di Jakarta. Remaja yang hidup ditengah keluarga yang harmonis dan penuh kasih
sayang. Bersama Ibu dan Ayahnya juga kakaknya mereka tinggal bersama. Pras,
itulah nama remaja itu, siswa kelas 9 di SMP Mangunkusumo. Dia adalah remaja
yang sangat mudah bergaul kepada semua orang. Dan dari sekian banyak temannya,
hanya satu yang dia pilih sebagai sahabatnya. Sherly namanya, dialah sahabat
Pras yang selalu ada untuk Pras.
Kegiatan pras sama saja dengan remaja lain
yang seusia dengannya. Sekolah, main, dan pulang. Setelah jenuh berjam-jam di
sekolah, bel pulang berbunyi dan Pras pun langsung menuju tempat tongkrongan
yang biasa dia jadikan tempat berkumpulnya bersama teman-temannya. Tidak lama
dia berkumpul bersama temannya, apabila sudah di jam pulang kantor Ibu nya dan
jika saat ibunya sudah di rumah tetapi Pras belum ada di rumahnya, Ibu pasti
langsung menelfonnya dan langsung menyuruhnya pulang segera. Ya, Ibu Pras sangat
menyayangi Pras juga kakakya, sesibuk apapun Ibu nua bekerja, dia tidak lupa
untuk mengurus kebutuhan kedua anaknya juga suaminya.
Ibu Pras adalah pekerja kantoran, sama
seperti Ayahnya dan kakak Pras adalah siswa SMA yang akan sebentar lagi akan
lulus dan akan terjun ke dunia kerja ataupun perkuliahan.
Yang bahagia belum tentu akan terus bahagia
dan yang susah belum tentu akan terus susah. Hidup itu seperti roda yang
berputar. Dan keluarga Pras juga mengalami hal tersebut. Saat itu Ibu Pras
sedang ada acara reuni dengan teman SMA nya di sebuah cafe. Dan saat itu
ditempat yang sama Ibu Pras melihat Ayah Pras yang sedang makan bersama dengan
seorang perempuan yang tidak dikenal oleh Ibu Pras. Dilihat dan diperhatikam
oleh Ibu Pras, Ayah Pras dan perempuan misterius tersebut tidak hanya makan
bersama biasa, tetapi mereka juga bermesraan layaknya sepasang kekasih yang
sedang jatuh cinta. Ibu Pras pun kesal dan langsung menghampiri Ayah Pras.
" Ayah, siapa perempuan ini? "
labrak Ibu Pras langsung kepada Ayah Pras, sambil menunjuk perempuan misterius
tersebut. Dengan muka terkejut Ayah Pras langsung bangun dari bangkunya dan
mendekati Ibu Pras untuk berusaha menenangkan nya.
" Dia bukan siapa-siapa bu, dia hanya
partner kerja Ayah di kantor " jelas Ayah Pras kepada Ibu Pras. Namun Ibu
pras tidak percaya begitu saja karna ia telah melihat dengan langsung bahwa
suaminya telah bermesraan dengan perempuan misterius yang sekarang sudah berada
di depan Ibu Pras. Ibu Pras melihat kearah perempuan tersebut yanh malah menebar
senyuman, tidak ada rasa bersalahnya sama sekali. Karena kekesalan Ibu Pras
yang sudah memuncak, ia pun memilih untuk langsung pulang, pergi meninggalkan
Ayah Pras yang masih bingunh ingin menjelaskan apa.
Sesampainya Ibu Pras di rumah, sudah ada Pras
dan kakaknya yang sedang menonton bersama di ruang TV. Dan saat Ibu Pras masuk
kekamar sambil menangis, Pras dan kakaknya pun menyadari kedatangan Ibunya yang
dalam keadaan menangis. Tanpa berpikir panjang mereka pun menghampiri Ibunya
kekamar.
" Ibu menangis kenapa? " tanya kaka
Pras. Namun ibu hanya menangis terus. Dan mereka pun menenangkan Ibunya sampai
Ibunya sudah sedikit tenang dan Pras pun bertanya.
" Ibu kenapa? " tanya Pras dengan
rasa penasarannya.
" Ayah kalian selingkuh " jawab Ibu
Pras dengan tangis nya yang kembali berlanjut.
" Ibu tidak salah bicara? " tanya
kakak Pras meyakinkan. Dan Ibu hanya menggelen menandakan bahwa yang telah ia
katakan itu benar terjadi. Setelah mendengar cerita Ibu, Pras dan kakaknya
duduk diruang tamu menunggu kedatangan Ayahnya. Dan tidak lama Ayahnya pun
pulang. Kaka Pras pun langsung bertanya kepada Ayahnya.
" Sudah selingkuh nya? " tanya
kakak Pras, namun Ayah Pras tidak menjawab dan langsung pergi kekamarnya.
Terjadi pertengkaran antara Ayah dan Ibu dikamar. Pras dan kakaknya pun hanya
bisa mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.
Tidak lama kemudian, Ibu keluar dari kamar
dengan membawa koper yang besar berisi barang-barang pribadinya. Saat Ibu Pras
akan keluar rumah, Pras menahannya.
" Ibu mau kemana? " tanya Pras
dengan sangat khawatir. Dan ibu berkata " Ibu akan bercerai dengan Ayah,
Ibu akan pergi dari rumah ini ". Pras pun menangis mendengarnya. Kaka Pras
pun bertanya " lalu Ibu akan tinggal dimana? Kita akan ikut Ibu "...
" jangan kalian disini saja, jaga Ayah, Ibu akan tinggal di rumah nenek
". Karena hari sudah semakin malam dan taxi yang dipesan ibu telah datang.
Ibu pun izin pergi dan sempat memeluk kedua anaknya.
Beberapa bulan kemudian, setelah proses
perceraian telah usai, Ayah pun semakin jarang dirumah. Pulang kantor selalu
larut malam dan dihari libur pun selalu pergi keluar. Rumahpum menjadi sangat
sepi juga semakin tidak terurus setelah Ibu sudah tidak tinggal bersama.
Beberapa tahun kemudian, saat Pras sudah
lulus SMA dan mulai mencoba untuk mencari pekerjaan, dan kakaknya yang sudah
bekerja. Tiba-tiba Ayah Pras datang kerumah dengan membawa perempuan yang sudah
Pras dan kakaknya ketahui bahwa perempuan inilah yang membuat keluarganya
menjadi berantakan. Dengan tanpa rasa bersalah Ayah pras mengenalkan perempuan
tersebut kepada Pras dan kakaknya. Ayah Pras juga membicarakan bahwa ia akan
menikah dengan perempuam tersebut. Pras dan kakaknya pun langsung menentang.
" Aku tidak setuju " kakak Pras
menentang.
" Aku juga " Pras juga ikut
menentang.
" terserah kalian, Ayah tidak meminta
persetujuan kalian untuk menikah dengan perempuan pilihan Ayah. Ayah hanya
ingin memberitahu kalian bahwa Ayah akan menikah dengannya. " jelas ayah
tanpa sedikit pun menerima masukan dari kedua anaknya.
Saat Ayah Pras akhirnya menikah dengan ibu
tirinya, dihari itu juga kakak Pras langsung pergi meninggalkan rumah. Dan Pras
pun akhirnya tinggal sendiri beraama ayah dan istri barunya. Awalnya Ayah Pras
masih menyayangi dan memperdulikan Pras sebagai anak kandungnya, namun Ibu
tirinya selalu saja memarahi Pras sampai membuat Ayahnya juga turut menyalahi
Pras. Kesalahan yang sebenarnya bukan keaalahan Pras. Ibu tirinya hanya sibuk
dengan handphone nya, berselancar didunia maya, menonton tv, dan merumpi dengan
ibu-ibu tetangga. Hanya sekali-dua kali saja Ibu tirinya memasak untuk rumah.
Pras mendapat tugas mencuci pakaian Ayah, ibu tiri juga dirinya. Namun karena
kesibukan Pras dengan pekerjaannya, dia pernah melalaikan tugas mencuci
pakaian, hingga pakaiannya menumpuk. Dan ibu tirinya pun marah, dan
mengadukannya kepada Ayahnya. Ayahnya pun malah membela Ibu tirinya dan juga
memarahi Pras. Pras pun merasa sudah tidak tahan lagi karena sudah berkali-kali
mendapatkan tekanan seperti itu semenjak kedatangan Ibu tirinya. Dan Pras pun
memutuskan untuk pergi dari rumah itu dan mendatangi rumah neneknya yang juga
tempat tinggal Ibunya dan kakaknya.
Selama ia tinggal berkumpul kembali dengan
kakaknya, ibunya, dan neneknya. Ia merasakan kebahagiaan kembali walau tanpa
kehadiran Ayah.
Beberapa bulan kemudian, pagi-pagi sekali
saat hari libur, Ayah datang kerumah nenek, menemui mereka semua. Dan Ayah Pras
menceritakan bahwa Ayah telah bercerah dengan istrinya karena Ayah memergoki
istrinya tersebut telah selingkuh darinya sama seperti dulu Ibu Pras memergoki
Ayahnya dahulu. Dan ia meminta maaf kepada mereka karena kesahannya selama ini.
Semenjak itu Ayah Pras menjadi sering main kerumah nenek saat hari libur, dan
mereka berkumpul bersama. Pras dan kakaknya pun mengajak Ayah dan Ibunya untuk
bersatu kembali. Setelah Ayah dan Ibu sama-sama berfikir, akhirnya mereka pun
bersatu kembali. Dan Pras, Ibu, juga kakaknya kembali kerumah Ayahnya dan
kembali menjalani kehidupan seperti awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar