Kasih Tak Sampai
Karya : Muhammad Faishal Zhafir
Abidzar dan Khairunisa
merupakan sahabat semasa kecil. Mereka berdua menghabiskan banyak waktu untuk
bermain bersama.Tapi ternyata benar kata pepatah tidak ada persahabatan
yang murni antara laki-laki dan wanita kecuali didalamnya terbesit rasa
cinta walaupun cinta yang bertepuk sebelah tangan. Memang hanya Abidzar yang
merasakan cinta itu, tapi mereka berdua tetap menjalani semua yang mereka biasa
lakukan seperti apa adanya.
Seiring berjalannya waktu mereka masuk kesebuah Sekolah Menengah Atas dan
ternyata Abidzar dan Khairunisa menjadi teman sekelas. Hingga suatu hari
Khairunisa menemukan seorang lelaki bernama Iqbal yang mampu membuatnya jatuh
hati. Setiap hari Khairunisa lebih banyak meluangkan waktunya untuk Iqbal tanpa
menghiraukan Abidzar yang mulai sakit hati karena sahabatnya, bahkan cintanya
direbut begitu saja. Setelah 5 bulan Iqbal dan Khairunisa menjadi sangat dekat
walaupun hubungan mereka tidak memiliki status dan sebuah kejadian yang tak diinginkan
terjadi. Iqbal terjebak 2 cinta, Dia mencintai Khairunisa teman dekatnya saat
ini dan Yurike cinta pertamanya yang datang kembali. Kali ini Iqbal sangat
dilema, dia mencintai Khairunisa namun tidak bisa melupakan Yurike. Hingga akhirnya
setelah beberapa minggu Iqbal berpikir ia pun menjatuhkan pilihannya kepada
Yurike. Karena dalam hati Iqbal “untuk apa aku mencintai wanita lain jika cinta
lama ku masih tidak bisa aku lupakan”.
Khairunisa sangat sedih saat mengetahui keputusan Iqbal. Ia merasakan
kekecewaan yang amat sangat mendalam. Diapun berlari memeluk Abidzar yang ia
anggap sahabat. Khairunisa menangis dengan kencang dalam dekapan sahabat
laki-lakinya itu. Abidzar menerima air mata yang Khairunisa tuangkan untuknya
tanpa memikirkan rasa sakit hatinya melihat orang yang sangat ia cintai
membuang air matanya untuk lelaki lain.
Khairunisa yang saat itu mulai terpuruk hingga jatuh sakit, tetap ditemani oleh
Abidzar, Lelaki yang selalu menggenggam erat tangan Khairunisa. Memberikan
kasih sayang belaian lembut dan perhatiannya. Setelah keadaan Khairunisa mulai
membaik, entah rasa apa yang membuat Khairunisa tidak pernah ingin jauh dari
Abidzar. Mereka pun banyak menghabiskan waktu berdua selayaknya orang yang
berpacaran hingga pada suatu hari Iqbal datang menyatakan cintanya kepada
Khairunisa yang saat itu sudah mulai mencintai Abidzar.
Pada siang hari sepulang sekolah, Khairunisa mengendarai kendaraannya untuk
pulang ke rumah. Tapi di jalan, Khairunisa kembali pada fase dilemma, dimana
dia terus bertanya – tanya pada dirinya sendiri harus memilih Abidzar apa Iqbal.
sepanjang jalan sepulangnya dari sekolah ia terus melamun hingga ada mobil
dengan kecepatan tinggi menabrak kendaraannya dan membuat ia terpental
bersimbah darah dan hilang kesadaran. Khairunisa pun dilarikan kerumah sakit
dengan keadaan kritis ditambah lagi ginjal kirinya yang dinyatakan rusak oleh
dokter. Abidzar dan Iqbal merasa sangat sedih dan merasa dalam keadaan
frustasi. Namun Abidzar mendatangi dokter untuk memohon agar dapat memberikan ginjal
yang ia punya kepada Khairunisa. Walaupun dokter sempat menolak keinginan
Abidzar karena Abidzar memiliki ginjal yang tidak normal, ginjal kanannya tidak
berfungsi dengan baik dari kecil. Namun cinta yang tulus membuat Abidzar bersi
keras untuk tetap mendonorkan ginjalnya. 2 bulan kemudian Khairunisa dinyatakan
sembuh total, ia mulai bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Namun ia
sangat membenci kesembuhannya ketika mendengar cerita kedua orang tuanya
tentang Abidzar yang rela berkorban untuknya. Kedua orang tuanya ditemani Iqbal
mengantarkan nya kesebuah pemakaman umum dan mamanya menunjukkan satu tempat
sambil berkata “di situ lah tempat Abizar beristirahat”.
Khairunisa menangis sambil memeluk batu nisan bertulis kan nama Abidzar. Ia
mencium nisan itu berkali-kali sambil berkata “aku gadis paling beruntung
memiliki sahabat bahkan teman hidup yang rela mengorbankan kebahagiaan bahkan
jiwa raga untuk wanita seperti aku yang hanya mengingat mu ketika aku dalam
keadaan rapuh.
Kini Abidzar hanya bisa tersenyum, tersenyum bahagia disana melihat cinta
kecilnya Khairunisa yang sangat baik tumbuh besar dan mengetahui segala cinta
yang ia pendam sedari masak anak-kanak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar