Ketegori

Kamis, 27 Oktober 2016

Teguh Pendirian

Teguh Pendirian
Karya : Dani Dwi Laksono

          Namaku Jihan, aku lahir di keluarga yang hidup dengan kemewahan. Semua yang kuinginkan dapat dengan mudah aku dapatkan dari kekayaan keluargaku. Tapi aku bukanlah orang yang suka memamerkan kekayaan kepada orang lain. Gaya hidupku biasa saja. Dan aku hanya ingin menunjukkan kesederhanaan saja. Aku lebih suka dengan keserhanaan. Selain kemegahan yang aku dapet dari kedua orang tuaku sejak kecil aku diajarkan untuk di siplin dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Bapakku adalah seorang polisi dan ibuku seorang perawat. Aku juga mempunyai kakak yang hobinya membaca sebut saja Andi. Andi sekarang masih mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Yang aku tau, ka Andi tidak pernah mendapatkan nilai yang rendah, oleh karena itu kedua orang tuaku menyuruhku untuk bisa seperti kakak Andi.
           Dan aku, adalah seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMA kelas 2. Aku seorang yang biasa-biasa saja, dan juga tidak terlalu pintar, aku juga suka membaca tapi aku tidak seperti kak Andi yang hobinya setiap hari membaca. Aku selalu mendapatkan nilai tinggi di kelasku. Tetapi aku rajin dan selalu berusaha untuk mendapatkan nilai terbaik. Namun, dalam melakukan hal seperti itu temanku menganggapnya aku adalah orang yang ambisius.
           Hari demi hari, teman-temanku semakin mengejekku, temanku menganggap bahwa aku orang yang terlalu berambisi dalam belajar. Awalnya aku biasa saja akan hal itu, namun aku semkain tidak tahan dan merasakan tekanan. Teman-temanku menjauhi ku dan tidak ada yang menemaniku. Aku tidak mengerti kenapa teman-temanku beranggapan hingga seperti itu. Sampai aku dinilai dimata mereka orang yang ambisius. Padahal nilaiku saja bukanlah nilai yang terbaik di kelas, apalagi jika nilaiku dibandingkan dengan kelas lain. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk orang tuaku dan kakakku yang selalu mendukung ku untuk mendapatkan yang terbaik, aku tidak boleh mengecewakan yang selama ini diajarkan dalam kepribadianku yang selalu rajin dan disiplin. Aku rajin tidak pernah bolos sekolah apalagi cabut-cabut tan. Walau aku memang kurang tertarik untuk bergaul dengan teman-temanku yang suka cabut-cabutan yang memiliki sikap yang yang berani kepada guru. Menurutku itu tidaklah pantas buatku. Aku lebis suka bergaul dengan yang biasa saja. Tetapi juga bukan yang terlau kutu buku dan yang suka mencari perhatian guru.
          Hingga suatu hari aku berpikiran bagaimana caranya agar teman-teman mau bermain lagi denganku. Aku pun menemukan suatu jalan. Apakah aku harus mengikuti pergaulan seperti mereka? Kurasa tidak buruk. Dari awal aku mengikutinya demgan datang terlambat, tidak mengerjakan pr, mengganggu kegiatan belajar mengajar dan saat pulang sekolah tidak lansung pulang, tapi aku pergi nongkrong dengan mereka, Selama satu minggu aku melakuka hal itu ternyata berdampak buruk. Banyak guru-guru yang menegur akan sikapku yang berubah. Begitu pula dengan orang tuaku. Karena ketidak nyamanan guruku atas perubahan sikapku yang mereka nilai sangat drastis mereka pun menghubungi orang tuaku dan meminta mereka untuk datang ke sekolah. Setelah orang tuakul telah selesai menemui guru, mereka pun menghapiri ku dan berkata banyak terhadapku. Yang bisa aku simpulkan bahwa mereka kecewa pada perubahan sikapku ini.
          Aku tersadar, ternyata dengan caraku mengikuti pergaulan mereka yang tidak baik itu dapat membuat aku makin dicap buruk oleh orang-orang. Dan telah membuat keluargaku kecewa. Sekarang aku menyesali perbuatanku selama ini. Aku tidak ingin lagi membuat keluargaku kecewa terhadapku. Aku menyimpang dari niat awal hidupku yang ingin memberikan yang terbaik untuk kakaku juga kedua orang tuaku. Apa yang dapat kuberikan pada mereka jika sekapku seperti ini? Aku pun tersadar bahwa semua ini telah salah.

          Pada akhirnya, aku tetap menjadi diriku sendiri yg biasa saja namun, aku berusaha dekat dengan temanku dengan cara aku mulai terbuka dan berbagi apa yang aku punya. Dan caraku berhasil, aku tetap menjadi diriku dan teman-temanku tidak ada yang menjauhiku lagi. 

3 komentar:

  1. Mau tanya kesimpulannya apa ya?

    BalasHapus
  2. Mw tanya kesimpulannya apa ya?

    BalasHapus
  3. Intinya kita harus teguh pada pendirian kita jangan mudah terombang ambing. Ambil baiknya saja ketika orang" mengomentari apa yang kita lakukan. Jangan sampai perubahan membuat kita semakin buruk😉

    BalasHapus